Root Prompt

Setelah lesson ini, kamu bisa menyusun satu blok konteks yang bisa dipakai ulang di tiap sesi baru

6 menit baca

Tiap buka chat baru, kamu ngetik hal yang sama lagi: siapa kamu, lagi ngerjain apa, gaya bahasanya gimana, jangan pakai kata apa. Tiap kali. Dan itu tetap kerasa capek walaupun udah sering dilakuin.

Bukan karena kamu nggak bisa. Karena caranya emang belum diajarin.

Anggap kamu punya rekan kerja baru yang ingatannya kereset tiap pagi. Kamu nggak bakal jelasin ulang dari nol tiap hari — kamu bakal nulis satu catatan serah terima, terus tinggal kasih itu.

Konteks itu aset, bukan pekerjaan sekali pakai

Yang bikin capek itu bukan ngetiknya, tapi mikirin ulang isinya tiap kali. Begitu ditulis sekali dengan benar, sisanya tinggal salin tempel.

Contoh

Simpan satu blok teks di notes HP. Tiap sesi baru, tempel di pesan pertama.

Kapan dipakai: Begitu kamu sadar udah ngetik penjelasan yang sama dua kali.

Empat hal yang selalu perlu ada

Lebih dari empat biasanya jadi kepanjangan dan malah bikin AI bingung mana yang penting. Empat ini nutup mayoritas kasus.

Contoh

Siapa kamu, kamu lagi ngerjain apa, gaya bahasanya gimana, dan apa yang harus dihindari.

Kapan dipakai: Waktu pertama kali nyusun blok konteks kamu.

Tulis larangannya juga, bukan cuma maunya

Larangan itu bagian konteks yang paling sering kelupaan, padahal paling cepat ngubah hasil. Tiap kali kamu nemu hasil yang bikin kesel, tambahin satu baris larangan ke blok kamu.

Contoh

'Jangan pakai istilah teknis tanpa penjelasan. Jangan nulis lebih dari 3 kalimat per paragraf.'

Kapan dipakai: Kalau ada pola hasil yang berulang kali bikin kamu kesel.

Contoh utuh

Blok konteks yang bisa dipakai ulang

  1. Aku mahasiswa semester 7 jurusan Ilmu Komunikasi.siapa kamu
  2. Aku lagi nyusun skripsi soal perilaku belanja online Gen Z.lagi ngerjain apa
  3. Tulis pakai bahasa Indonesia yang jelas, bukan bahasa terjemahan.gaya
  4. Maksimal 3 kalimat per paragraf.batas terukur
  5. Jangan pakai istilah akademik tanpa dijelasin dulu.larangan
  6. Kalau kamu nggak yakin sama suatu fakta, bilang nggak yakin.larangan yang penting

Blok ini nggak minta apa-apa. Dia cuma nyiapin panggung. Permintaan sebenarnya kamu ketik setelahnya, dan sekarang jawabannya bakal langsung nyambung.

Giliran kamu

Bikin blok konteks versi kamu sendiri. Simpan hasilnya di notes, ini bakal kepake tiap hari.

Aku ______.
Aku lagi ______.
Tulis pakai gaya ______.
Maksimal ______ kalimat per paragraf.
Jangan ______.
Kalau kamu nggak yakin sama suatu fakta, bilang nggak yakin.

Yang sering keliru

  • Blok konteksnya kepanjangan sampai setengah halaman

    Penyebabnya: Semua detail dimasukin, termasuk yang nggak ngaruh ke hasil

    Perbaikannya: Batasin ke empat hal: siapa, lagi ngapain, gaya, larangan

  • Udah tempel konteks tapi jawabannya masih meleset

    Penyebabnya: Konteksnya nyebut sifat umum kayak profesional atau santai

    Perbaikannya: Ganti sifat umum jadi aturan yang bisa dicek, misal maksimal 3 kalimat per paragraf

  • Tiap sesi nulis ulang konteks dari ingatan

    Penyebabnya: Bloknya nggak disimpan di mana-mana

    Perbaikannya: Simpan di notes HP atau pinned message, jangan andalkan ingatan

Cek sendiri

Jawab di kepala dulu, baru buka jawabannya. Nggak ada nilai, nggak ada penalti.

  • Empat hal apa yang selalu perlu ada di blok konteks?

  • Kenapa larangan penting padahal kedengeran negatif?

  • Dari modul sebelumnya: tiga bagian apa yang bikin prompt berhenti meleset?

Rangkuman

  • Konteks ditulis sekali, dipakai berkali-kali.
  • Cukup empat hal: siapa, lagi ngapain, gaya, larangan.
  • Ganti sifat umum jadi aturan yang bisa dicek.