← Cari Ide & Belajar

Lesson 3 dari 4

75%

Brainstorming yang Nggak Mentok

Setelah lesson ini, kamu bisa menyusun prompt brainstorming yang idenya kepake, bukan daftar ide yang generik

5 menit baca

Kamu minta 10 ide, dapet 10 ide, dan nggak ada satu pun yang kepake. Semuanya kedengeran kayak nyalin dari artikel tips mana pun di internet.

Ini keluhan paling sering soal brainstorming pakai AI, dan penyebabnya hampir selalu sama: permintaannya terlalu bebas.

Bayangin kamu nanya ke temen mau makan apa. Jawabannya pasti terserah. Tapi kalau kamu nanya mau makan apa yang deket sini, di bawah tiga puluh ribu, dan bukan mie ayam, dia langsung punya jawaban. Batasan bukan penghalang ide, batasan itu yang bikin idenya muncul.

Batasan yang bikin idenya berhenti generik

Ide generik keluar karena permintaannya cocok buat semua orang. Kalau permintaannya cocok buat semua orang, jawabannya juga bakal cocok buat semua orang.

Tiga batasan yang paling ampuh: buat siapa persisnya, batas biaya atau waktunya, dan satu hal yang sengaja kamu larang.

Contoh

Bukan ide konten soal keuangan, tapi ide konten buat mahasiswa perantau yang uang bulanannya 1,5 juta.

Kapan dipakai: Tiap kali daftar ide yang keluar kerasa bisa dipakai siapa aja.

Minta banyak dulu, saring belakangan

Minta 5 ide bikin dia main aman, karena tiap ide berasa harus bagus. Minta 20 sambil bilang boleh ada yang aneh bikin dia berani keluar dari jalur biasa.

Ide bagus jarang muncul di nomor 1 sampai 5. Biasanya nyempil di nomor 13 atau 17, dan itu nggak akan pernah kamu lihat kalau cuma minta lima.

Contoh

Kasih 20 ide, boleh ada yang aneh. Setelah itu aku yang milih 3 buat dikembangin.

Kapan dipakai: Di tahap awal, waktu kamu belum tau mau ke arah mana.

Suruh dia nyerang ide kamu

Bagian ini yang paling jarang dipakai dan paling berguna. Nyari ide gampang; nemuin lubang di ide sendiri itu susah.

Dia nggak punya gengsi dan nggak ikut sayang sama ide kamu. Itu justru kelebihannya di tahap ini.

Contoh

Ini ide aku. Sebutin 3 alasan kenapa ini bisa gagal, dan 1 asumsi yang belum aku buktiin.

Kapan dipakai: Setelah kamu punya ide yang kamu suka, sebelum kamu jalanin.

Contoh utuh

Dari daftar generik ke ide yang kepake

  1. Aku ngurus akun Instagram warung kopi kecil di deket kampus.buat siapa persisnya
  2. Target aku mahasiswa yang nyari tempat ngerjain tugas, bukan pencari kopi enak.sudut pandang yang nyempit
  3. Kasih 20 ide konten, boleh ada yang aneh.minta banyak, izinin nyeleneh
  4. Jangan ada ide yang butuh budget iklan atau talent bayaran.batasan yang bisa dicek
  5. Setelah itu tunggu, aku yang milih 3 buat dikembangin.nahan dia biar nggak lanjut sendiri

Baris kedua itu yang ngubah segalanya. Warung kopi buat pencari kopi enak dan warung kopi buat tempat ngerjain tugas ngasilin dua daftar ide yang beda total.

Giliran kamu

Isi kerangka ini pakai kerjaan kamu sendiri, kirim ke playground, terus lanjutin dengan minta dia nyerang ide pilihan kamu.

Aku ______.
Target aku ______, bukan ______.
Kasih ______ ide, boleh ada yang aneh.
Jangan ada ide yang ______.
Setelah itu tunggu, aku yang milih ______ buat dikembangin.

Yang sering keliru

  • Minta ide tanpa nyebut buat siapa persisnya

    Penyebabnya: Permintaan yang cocok buat semua orang ngasilin ide yang cocok buat semua orang

    Perbaikannya: Sempitin targetnya sampai kerasa terlalu spesifik, baru pas

  • Minta 5 ide terus kecewa

    Penyebabnya: Jumlah kecil bikin dia main aman di ide yang paling umum

    Perbaikannya: Minta 20 dan bilang boleh ada yang aneh

  • Langsung jalanin ide pertama yang kedengeran bagus

    Penyebabnya: Nggak ada yang pernah nyari lubangnya

    Perbaikannya: Balik nanya: 3 alasan ini bisa gagal, dan asumsi apa yang belum kebukti

Cek sendiri

Jawab di kepala dulu, baru buka jawabannya. Nggak ada nilai, nggak ada penalti.

  • Kenapa ide yang keluar sering generik?

  • Kenapa minta 20 ide lebih bagus daripada minta 5?

  • Dari lesson sebelumnya: kenapa catatan mentah lebih baik ditempel apa adanya?

Rangkuman

  • Sempitin buat siapa idenya, sampai kerasa terlalu spesifik.
  • Minta banyak dan izinin yang aneh, saring sendiri belakangan.
  • Setelah punya ide favorit, suruh dia nyari lubangnya.