Combining Prompting Techniques
Setelah lesson ini, kamu bisa memilih teknik yang paling pas buat tugas yang lagi kamu hadapi
6 menit bacaSampai sini kamu punya lima alat: nulis prompt lengkap, nyuruh mikir bertahap, nempelin contoh, motong jadi rantai, dan ngecek dengan nanya berulang.
Masalah baru muncul di titik ini: gampang banget kepakai teknik yang lebih rumit dari yang dibutuhin. Prompt yang rumit lebih susah dirawat, lebih susah dicari salahnya, dan lebih lambat dikerjain.
Lesson ini nggak ngenalin teknik baru. Isinya cara milih.
Selalu mulai dari yang paling sederhana
Urutannya: prompt lengkap dengan lima bagian, baru contoh, baru langkah bertahap, baru rantai, baru pengecekan berulang.
Naik satu tingkat cuma kalau tingkat sebelumnya beneran gagal — bukan karena kamu ngerasa tugasnya penting. Tugas penting yang sederhana tetap diselesaikan dengan cara sederhana.
Contoh
Prompt lengkap dulu. Baru kalau gagal, naik ke teknik berikutnya.
Kapan dipakai: Tiap kali mulai tugas baru.
Gejalanya nentuin tekniknya
Jangan nebak. Tiap masalah punya obatnya sendiri, dan salah obat cuma bikin prompt tambah panjang tanpa hasil.
Tabel di bawah ini yang paling sering kamu pakai. Simpan, buka lagi tiap kali mentok.
Contoh
Bentuknya salah terus? Kasih contoh. Hitungannya salah? Suruh mikir bertahap.
Kapan dipakai: Waktu hasil pertama nggak sesuai dan kamu bingung mau ngapain.
Teknik bisa digabung, tapi jangan sekaligus
Gabungan yang paling sering kepake: nempelin contoh sekaligus nyuruh mikir bertahap. Yang pertama ngunci bentuknya, yang kedua ngunci penalarannya.
Tambahin satu teknik dalam satu waktu, terus lihat efeknya. Kalau kamu nambah tiga sekaligus dan hasilnya membaik, kamu nggak tau yang mana yang ngebantu.
Contoh
Contoh plus langkah bertahap itu kombinasi yang wajar. Lima teknik sekaligus biasanya berlebihan.
Kapan dipakai: Setelah satu teknik ngebantu tapi belum cukup.
Contoh utuh
Gejala dan obatnya
Hasilnya generik dan bisa dipakai siapa ajalengkapin lima bagian: peran, konteks, tugas, format, batasanBentuknya meleset terus padahal udah dijelasinnempelin contoh (one-shot atau few-shot)Hitungan atau kesimpulan bertingkat salahnyuruh mikir bertahap (chain-of-thought)Bagus di awal, dangkal di akhirmotong jadi rantai promptJawabannya penting dan nggak boleh salahcek di tiga chat terpisahHasilnya beda-beda padahal udah spesifiktambahin batasan yang bisa dihitungDia ngarang nama atau angkasediain bahannya sendiri, jangan andelin ingatannya
Tabel itu urut dari yang paling sering kejadian ke yang paling jarang. Kalau kamu nggak yakin mulai dari mana, mulai dari baris paling atas.
Giliran kamu
Tulis satu masalah yang lagi kamu hadapi, terus tentuin obatnya dari tabel di atas sebelum nulis prompt barunya.
Gejala yang aku alami: ______ Obat menurut tabel: ______ Prompt versi baru: ______ Kalau masih gagal, teknik berikutnya yang aku coba: ______
Yang sering keliru
Langsung pakai teknik paling canggih buat tugas sederhana
Penyebabnya: Ngira rumit berarti bagus
Perbaikannya: Mulai dari prompt lengkap, naik tingkat cuma kalau gagal
Nambah tiga teknik sekaligus terus hasilnya membaik
Penyebabnya: Nggak tau teknik mana yang sebenernya ngebantu
Perbaikannya: Tambahin satu per satu, lihat efeknya tiap kali
Pakai teknik yang salah buat gejalanya
Penyebabnya: Nebak, bukan nyocokin gejala sama obatnya
Perbaikannya: Buka tabel gejala, cocokin dulu sebelum nulis ulang
Kenapa yang sederhana lebih baik kalau hasilnya sama
Prompt yang rumit punya tiga biaya tersembunyi: lebih lama ditulis, lebih susah dicari salahnya waktu hasilnya aneh, dan lebih susah dijelasin ke orang lain yang mau pakai ulang. Kalau dua prompt ngasih hasil yang sama bagusnya, yang lebih pendek selalu menang — bukan karena elegan, tapi karena kamu bakal ngerawat prompt itu berkali-kali.
Cek sendiri
Jawab di kepala dulu, baru buka jawabannya. Nggak ada nilai, nggak ada penalti.
Apa urutan yang bener waktu naik teknik?
Kenapa jangan nambah tiga teknik sekaligus?
Gejala bentuk yang meleset terus obatnya apa?
Rangkuman
- Mulai dari yang paling sederhana, naik tingkat cuma kalau gagal.
- Cocokin gejala sama obatnya, jangan nebak tekniknya.
- Tambahin satu teknik dalam satu waktu biar tau mana yang ngebantu.